Go to Top
 
kosong
tender
KOMODITI NO TANGGAL
TEH 36 17-09-2014
SAWIT    
  Lokal 168 19-09-2014
  PK - -
  PKM (mingguan) 44 09-09-2014
  PKO (mingguan) 42 10-09-2014
KARET 168 19-09-2014
      Syarat Pembeli
      Tata Cara Penjualan
     bullet_coklat Jadwal Tender
     bullet_coklat FAQ
  Berita  

Posted on [13:19:34 15/04/2013] by admin


20130415132250holding-perkebunan.jpg
15 April 2013

BISNIS.COM, JAKARTA—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan rencana Holding BUMN Perkebunan sampai saat ini masih belum jelas kepastiannya. Bahkan, ada kemungkinan batal.

Dahlan menjelaskan, ketidakpastian tersebut terjadi karena sampai saat ini belum ada lampu hijau dari Istana (Presiden).

“Kalau beliau mengijinkan, ya diadakan, kalau beliau tidak mengijinkan ya tidak jadi,” jelas Dahlan disela kegiatan jalan sehat dan sepeda santai yang diadakan di Kementerian BUMN hari ini, Minggu (14/4/2013).

Dahlan tidak bersedia merinci mengapa proses Holding Perusahaan Perkebunan ini menjadi berlarut-larut meskipun rancangannya sudah ditandatangani Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan sudah disampaikan kepada Sekretariat Negara (Setneg).

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa holding BUMN Perkebunan akan terealisasi namun tidak dalam waktu dekat.

“Saya tidak bisa menargetkan kapan realisasi itu, karena keputusannya ada di tangan Presiden, ini [holding] prosesnya masih lama, tidak bisa selesai dalam waktu dekat,” katanya.

Sebelumnya, Dahlan pernah memperkirakan aset holding BUMN perkebunan mencapai Rp.50 triliun.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, holding BUMN Perkebunan tersebut akan menggabungkan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) I – XIV.

Mekanisme pembentukan holding dilaksanakan dengan menetapkan salah satu BUMN Perkebunan, dalam hal ini PT. Perkebunan Nusantara III (PTPN III) sebagai perusahaan induk sedangkan Perusahaan Perkebunan lainnya akan menjadi anak usahanya.

Pemilihan PTPN III sebagai holding karena aset BUMN perkebunan yang fokus pada perkebunan sawit ini mencapai Rp9,39 triliun pada 2011

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bersama dengan Kementerian BUMN telah mengkaji rencana holding tersebut, dan menyimpulkan pembentukan holding perusahaan perkebunan akan meningkatkan nilai tambah dan menciptakan sinergi yang lebih optimal antar Perusahaan Perkebunan, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan perusahaan. Pada akhirnya akan meningkatkan kontribusi Perusahaan Perkebunan terhadap Perekonomian Nasional.

Sebagian besar Saham Negara di BUMN Perkebunan yang akan menjadi anak perusahaan, yaitu PTPN I-XIV (kecuali PTPN III) akan di alihkan menjadi Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PTPN III melalui inbreng saham Pemerintah.

Pemerintah akan menjadi pemegang saham minoritas di masing-masing anak perusahaan. Hal ini untuk memenuhi ketentuan kepemilikan sebuah perseroan terbatas yang harus dimiliki oleh sekurang-kurangnya dua pihaksebagaimana diatur dalam undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Dahlan juga menggarisbawahi bahwa apabila jajaran Direksi Perusahaan BUMN tidak menyetujui pembentukan holding BUMN, maka Direksi tersebut akan diberhentikan.

Oleh      : Dahlan Iskan
http://www.bumn.go.id/ptpn9/publikasi/berita/holding-bumn-perkebunan-tunggu-restu-presiden/
Kata Kunci :

HOLDING BUMN Perkebunan Tunggu Restu Presiden

Share This :

  

9/ 10 (Excellent)


Berita Lainnya :
 

RSS Feed PT. KPB Nusantara
Bookmark

 
Perusahaan-perusahaan di bidang perkebunan

Perusahaan-perusahaan di bidang perkebunan

Komoditas PTPN
Teh Karet Minyak Sawit
Gula Kopi Kakao